GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA WANITA KETURUNAN ARAB YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DENGAN ETNIS LAIN

Syarifah Ragoan, Vinaya Untoro, Diana Rita Ari

Abstract


Abstract The present study intends to describe the dynamics of marital satisfaction of women of Arabian descent who married a spouse of another ethnicity. The marriage of women of Arabian descent with someone from a different ethnicity is considered as breaking the cultural norms. In the present study, marital satisfaction consists of many aspects, namely communication, the personality of the spouse, the ability to solve conflicts, sexual relationship, leisure activity, the presence of children and parenting, financial management, role suitability, religious orientation, as well as family and friends. The present study employed qualitative methods with 2 participants. Participants were women of Arabian descent who married someone from another ethnicity for two to five years and at least graduated from high school.  Data were gathered through interview and observation. The results showed that participants feel uncomfortable due to their marriage being disapproved by their extended family, however it does not seem to influence their marital satisfaction significantly. The most significant factor influencing marital satisfaction of both participants was financial or economic factor.


Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika kepuasan pernikahan pada wanita keturunan Arab yang melakukan pernikahan dengan etnis lain. Pernikahan wanita keturunan Arab dengan etnis di luar Arab dianggap bertentangan dengan adat istiadat.  Kepuasan pernikahan pada penelitian ini dilihat dari beberapa aspek kepuasan pernikahan, di antaranya komunikasi, kepribadian pasangan, kemampuan menyelesaikan masalah, hubungan seksual, aktivitas waktu luang, kehadiran anak dan menjadi orangtua, mengatur keuangan, kesesuaian peran, orientasi keagamaan, serta keluarga dan teman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 2 partisipan. Karakteristik partisipan adalah wanita keturunan Arab yang menikah dengan etnis lain, usia pernikahan antara dua sampai lima tahun, dan tingkat pendidikan minimal SMA atau sederajat. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya rasa ketidaknyamanan dalam rumah tangga ketika keluarga besar tidak menyetujui pernikahan partisipan, namun hal tersebut kurang memberikan pengaruh besar kepada kepuasan pernikahan kedua partisipan. Faktor yang berpengaruh besar dalam kepuasan pernikahan kedua partisipan adalah faktor ekonomi  atau keuangan. 


Keywords


marital satisfaction; Arabian descent women; interethnic marriage; kepuasan pernikahan; wanita keturunan Arab; pernikahan antar etnik

Full Text:

PDF

References


Agate, J. R., Zabriskie, R. B., Agate, S. T., & Poff, R. (2009), Family leisure satisfaction and satisfaction with family life. Journal of Leisure Research, 41(2), 205-223.

Almasyhur, I. A. (2002). Sekitar kafa’ah Syarifah dan dasar hukum Syarifahnya. Jakarta: Yayasan

Almustarsyidin. Assagaf, M. H. (2000). Derita putri-putri Nabi: Studi historis kafa’ah Syarifah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Atwater, E., & Duffy, K. G. (2005). Psychology for living: Adjustment, growth and behavior today (8th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.

Cox, F. D. (1978). Human intimacy, marriage, the family and it’s meaning. Minnesota, MN: West.

Duvall, E., & Miller, C. M. (1985). Marriage and family development (6th ed.). New York, NY: Harper & Row.

Johnson, H., Zabriskie, R., & Hill, B. (2006). Leisure-activity patterns and marital satisfaction: A futher test. Journal of Marriage and Family, 50(1), 69-77.

Matsumoto, D., & Juang, L. (2008). Culture and psychology (4th ed.). Boston, MA: Wadsworth Cengage.

Mulia, I. R. (2012). Kedudukan anak perempuan keturunan Sayyid yang menikah dengan laki-laki yang bukan keturunan Sayyid terhadap harta warisan orangtua di desa cikoang kabupaten takalar. (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia.

Olson, D. H., & Fowers, B. J. (1989). Enrich marital inventory: A discriminant validity and cross-validity assement. Ditemu kembali dari http://www.prepareenrichcanada.com/studies/study3.html.

Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Putranto, K. (2013). Saat cinta terjegal restu orangtua, ini yang harus dilakukan. Ditemu kembali dari http://wolipop.detik.com/read/2013/01/22/124021/2149372/852/saat-cinta-terjegal-restu-orangtua-ini-yang-harus-dilakukan

Rakhmat, J. (2005). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Santrock, J. W. (2006). Human adjustment. New York, NY: McGraw Hill.

Strong, B., & DeVault, C. (1989). The marriage and family experience. (4th ed.). St Paul, MN: Wet Pub.

Tseng, W. S., Mc Demott, J. F., & Maretzki, T. W. (1977). Adjusment in intercultural marriage. Honolulu, HI: The University Press of Hawaii.

Vaijayanthimala, K., Kumari, K. B., & Panda, B. (2004). Socio-economic heterogomy and marital satisfaction. Journal of Human Ecology, 15(1), 9-11.

Van de Berg, L.W.C. (1989). Hadramaut dan koloni Arab di Nusantara. Jakarta: INIS.

Waite, C. J., & Gallagher, M. (2000). The case for marriage: Why married people are happier, healthier and better of financially. New York, NY: Broadway Book.

Williams, B. K., Sawyer, S. C., & Wahlstrom, C. M. (2006). Marriage, families, and intimate relationship: A practical introduction. New York, NY: Pearson.




DOI: https://doi.org/10.24854/jpu22017-99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Syarifah Ragoan, Vinaya Untoro, Diana Rita Ari



View My Stats

This journal and its content licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Creative Commons License