OLAHRAGA DAN REGULASI EMOSI: SEBUAH STUDI KORELASI PADA TARUNA PERGURUAN TINGGI KEDINASAN (PTK)

Juandita Widowianti Permono, Chandradewi Kusristanti

Abstract


Abstract — Cadets as students of the School of Services face many kinds of demands. Those demands may trigger both academic and non-academic stress. An effect of stress is emotional response, which needs to be handled. Therefore, cadets need to regulate their emotion. Exercise is a mandatory activity in School of Service. The purpose of this study is to know if there is any relation between exercise and emotion regulation of cadets in School of Services. Using stratified random sampling, the number of participants in the
present study is 270 cadets. Questionnaires used in this study are International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) that have been adapted. Results showed that there is no significant relationship between exercise and emotion regulation reappraisal (r = .109, p = .074) as well as exercise and emotion
regulation suppression (r = .031, p = .612) among participants.

 

Abstrak — Taruna sebagai siswa pada Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dihadapkan pada berbagai macam tuntutan, baik akademik maupun non-akademik, yang dapat memicu stres. Salah satu respons yang dihasilkan oleh stres yaitu respons emosional. Respons emosi dari stres tersebut perlu ditangani agar tidak memberikan efek yang lebih besar kepada para taruna. Oleh karena itu, para taruna perlu meregulasi emosinya. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan taruna terkait upaya regulasi emosi dan juga yang menjadi karakteristik dari PTK yaitu aktivitas fisik berupa olahraga wajib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi pada taruna PTK. Sampel penelitian berjumlah 270 orang taruna yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling (stratified random sampling). Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Emotion Regulation Questionnaire. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara olahraga dengan regulasi emosi reappraisal (r = .109, p = .074) maupun supresi (r = .031, p = .612).


Keywords


Exercise; emotion regulation; physical activity; stress; Olahraga; regulasi emosi; aktivitas fisik; stres

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24854/jpu22016-70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Juandita Widowianti Permono, Chandradewi Kusristanti

View My Stats

This journal and its content licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Creative Commons License