PERAN TRAIT MINDFULNESS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANSIA

Ayu Suci Purnamaning Dyah, Endang Fourianalistyawati

Abstract


Abstract As individuals enter the elderly stage of development, they undergo many physical, social, spiritual, and psychological changes. Older adults who are not ready for the certain changes may be more susceptible to stress. Stressful conditions may reduce psychological well-being in the elderly. To deal with such issues, older adults need to have the ability to be aware of present experience, or is also called the trait mindfulness. This study attempted to see if the trait mindfulness has a significant role in psychological well-being. The sample of this research was retired older adults living in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (n = 120). This study used an adapted scale of the Five Facet of Mindfulness Questionnaire (FFMQ) to measure trait mindfulness and an adapted version of the Psychological Well-Being Scale to measure psychological well-being. Regression results indicate that four of the five dimensions of trait mindfulness have significant roles on some dimensions psychological well-being. Those dimensions of trait mindfulness are acting with awareness, describing, non reactivity, and non-judging. Observing is found not to have any significant role in psychological well-being.


Abstrak ─ Memasuki masa lansia, individu mengalami banyak perubahan pada kondisi fisik, sosial, spiritual dan psikologisnya. Lansia yang tidak siap dengan perubahan tersebut akan rentan terhadap stres. Kondisi yang demikian dapat menurunkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada lansia.  Untuk  menangani  permasalahan  tersebut, lansia perlu mengembangkan sifat mindfulness  (kemampuan untuk berfokus pada apa yang terjadi saat ini) didalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah trait mindfulness berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia. Sampel penelitian  ialah orang-orang yang sudah tidak bekerja dan berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (n = 120). Penelitian  ini  menggunakan  adaptasi  skala  Five  Facet  Mindfulness Questionnaire untuk  mengukur  trait  mindfulness  dan  Scale  of Psychological Well Being untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan empat dari lima dimensi trait mindfulness berperan   signifikan   terhadap   beberapa   dimensi kesejahteraan psikologis. Dimensi-dimensi dari trait mindfulness tersebut yaitu acting with awareness, describing, non-reactivity, dan non-judging. Sementara itu, dimensi lainnya yang tidak berperan adalah observing.


Keywords


mindfulness; psychological well-being; older adults; elderly; Trait Mindfulness; Psychological well-being; Lansia

Full Text:

PDF

References


Ambardini, R. L. (2009). Aktivitas Fisik pada Lajut Usia. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Baer, R. A., Smith, G. T., Hopkins, J., Krietemeyer, J., & Toney, L. (2006). Using self-report assessment methods to explore facets of mindfulness. Assessment, 13(1), 27-45.

Baer, R. A., Smith, G. T., Lykins, E., Button, D., Krietemeyer, J., Sauer, S., Walsh, E., Duggan, D., & Williams, J. M. G. (2008). Construct validity of the five facet mindfulness questionnaire in meditating and nonmeditating Samples. Assessment, 15(3), 329-342.

Desiningrum, D. R. (2014). Kesejahteraan psikologis lansia janda/duda ditinjau dari persepsi terhadap dukungan sosial dan gender. Jurnal Psikologi Undip, 13(2), 102-106.

Fourianalistyawati, E., Listiyandini, R. A., & Fitriana, T. S. (2016). Hubungan trait mindfulness dengan kualitas hidup orang dewasa di Jabodetabek. Forum Ilmiah Psikologi Indonesia (FIPI), 1, 31-43.

Gumelar, R. (2014). Peningkatan kesejahteraan sosial lansia (studi kasus program pelayanan kesejahteraan lansia di UPT Panti Wredha Budhi Dharma kota Yogyakarta, Ponggalan UH. 7/003 RT 14 RW V, Yogyakarta) (Skripsi tidak dipublikasikan). UIN Sunan Kalijaga, Indonesia.

Hawari. (2007). Sejahtera di usia senja dimensi psikoreligi pada lanjut usia (lansia). Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Hariyadi, Y. (2014). Hubungan antara penerimaan diri lansia dengan angka harapan hidup di kelurahan wates kota Mojokerto. Jurnal Medica Majapahit, 6(2), 78-95.

Himawan, K. K., Risnawaty, W., & Wirawan, H. (2014). Effect of reminiscence group therapy on depressive symptoms of the nursing home elderly residence in Tangerang. The Guidance Journal, 42, 1-22.

Hurlock, E. (2004). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. (2008). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga

Indriana, Y., Desiningrum, D. R., & Kristiana, I. F. (2011). Religiositas, keberadaan pasangan dan kesejahteraan sosial (social well-being) pada lansia binaan PMI cabang Semarang. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 10(2), 184-193.

Jasmarizal, Sastra, L., & Yunita, D. (2011). Pengaruh terapi musik klasik (Mozart) terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas air dingin kecamatan Koto Tangah Padang tahun 2011. Jurnal Mercubaktijaya, 3(2), 3-9.

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-based interventions is context: Past, present, future. Clinical Psychology: Science and Practise, 10, 144-156.

Khotimah. (2011). Pengaruh rendam air hangat dalam meningkatkan kuantitas tidur lansia. Skripsi. PSIK. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang.

Kinasih., & Sukma, A. (2010). Pelatihan mindfulness untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja difabel fisik (Tesis Magister tidak dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Listiyandini, R. A., & Brebahama, A. (2015). Psychological well-being of young adulthood with visual impairment in Jakarta. Disajikan dalam Regional Conference of the ICEVI (International Council for Education of People with Visual Impairment) East Asia Region.

Lu, L. (2010). Leisure and depression in midlife: A Taiwanese national survey of middle-aged adult. Journal of Health Psychology. 16(1), 137-147.

Maramis, R. L. (2016). Kebermaknaan hidup dan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia di panti Werdha Samarinda. eJournal Psikologi, 4(3). Diunduh dari http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/?p=943

Mustari, A. S., Rachmawati, Y., & Nugroho, S. W. (2015). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Neale-Lorello, D., & Haaga, D. A. F. (2015). The “observing” facet of mindfulness moderates stress/symptom relations only among meditators. Mindfulness, 6(6), 1286-1291.

Nurhidayah, S., & Agustini, R. (2012). Kebahagiaan lansia ditinjau dari dukungan sosial dan spiritualitas. Jurnal Soul, 5(2), 16-32.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2004). Human Development. Boston, MA: McGraw-Hill.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2013). Human Development (Perkembangan manusia edisi 10 buku 2). Jakarta: Salemba Humanika.

Pratiwi, D. E. (2013). Pengaruh senam lansia terhadap tingkat stress pada lansia. Skripsi. Poltekkes, Surakarta.

Primardi, A., & Hadjam, M. N. R. (2010). Optimisme, harapan, dukungan sosial keluarga, dan kualitas hidup orang dengan Epilepsi. Jurnal Psikologi, 3(2), 123-133.

Royuela-Colomer, E., & Calvete, E. (2016). Mindfulness facets and depression in adolescents: Rumination as a mediator. Mindfulness, 7(5), 1092-1102.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57, 1069-1081.

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719-727.

Sanoveriana, A. S. N., & Fourianalistyawati, E. (2017). Work-family balance, trait mindfulness and psychological well-being in middle-aged working parents. UI Proceedings on Social Science and Humanities, 1, 1-8.

Simanjuntak, P. A. (2012). Desain alat bantu mobilitas pengguna lanjut usia untuk beraktifitas di tempat umum. Jurnal Bidang Senirupa dan Desain ITB, 1(1), 1-7.

Smith, A. (2004). Clinical uses of mindfulness training for older people. Behavioural and Cognitive Psychotherapy, 32(4), 423-430.

Staudinger, U. M., & Bluck, S. (2001). A view on midlife development from life-span theory. Dalam M. E. Lachman (Ed.), Handbook of Midlife Development (pp. 3-39). New York, NY: John Wiley & Sons.

Syukra, A. (2012). Hubungan antara religiusitas dengan kejadian depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (Pstw) Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Andalas, Indonesia.

Teasdale, J. D., Moore, R. G., Hayhurst, H., Pope, M., Williams, S., & Segal, Z. V. (2002). Metacognitive awareness and prevention of relapse in depression: Empirical evidence. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 70, 278–287.

Triratnasari, W. (2009). Perbedaan tingkat kecemasan menghadapi pensiun antara pegawai negeri sipil yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan dan mempunyai pekerjaan sampingan di Badan Kepegawaian Daerah Kota Ponorogo. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Zulfiana, U. (2014). Meningkatkan kebahagiaan lansia di Panti Wreda melalui psikoterapi positif dalam kelompok. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 2(3), 256-267.




DOI: http://dx.doi.org/10.24854/jpu12018-115

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Ayu Suci Purnamaning Dyah, Endang Fourianalistyawanti

View My Stats